Silent Treatment

Pernahkah kamu berada di situasi…
di mana seseorang tiba-tiba diam?
Tidak menjawab pesan.
Tidak menatap mata.
Tidak memberi penjelasan.
Dan yang tersisa…
hanya sunyi,
yang pelan-pelan membuatmu bertanya:
“Apa aku salah?”

Apa Itu Silent Treatment?

Dalam psikologi, ini disebut silent treatment.
Sebuah bentuk manipulasi emosional
di mana seseorang sengaja menarik diri dan memutus komunikasi
bukan untuk menenangkan diri—
melainkan untuk menghukum dan mengendalikan.
Diam yang disengaja.
Diam yang punya tujuan.

Tujuan di Balik Keheningan

Silent treatment bukan kebetulan.
Ia sering dipakai untuk:
  1. Membuatmu cemas dan overthinking
  2. Membuatmu merasa bersalah, bahkan tanpa tahu kesalahan apa
  3. Memaksamu mengalah, demi mengakhiri sunyi
Tanpa teriakan.
Tanpa kata kasar.
Tapi efeknya… bisa jauh lebih dalam.

Tanda-tandanya

Perhatikan baik-baik.
  1. Komunikasi terputus tanpa penjelasan
  2. Pesan dibaca… tapi tak pernah dibalas
  3. Ia tetap aktif pada dunia, tapi mematikan akses ke dirimu
  4. Dan baru kembali “normal” setelah kamu menyerah
Jika ini terjadi berulang,
itu bukan kedewasaan.
Itu kontrol emosional.

Diam Sehat vs Diam yang Menyakiti

Ada diam yang sehat.
Ada pula diam yang melukai.
Diam yang sehat berkata:
“Aku butuh waktu. Nanti kita bicara.”
Silent treatment berkata:
(tanpa suara)
“Aku akan membuatmu menderita sampai kamu tunduk.”
Perbedaannya ada pada niat.
Dan kejelasan.

Dampaknya bagi yang Menerima

Dalam jangka panjang, silent treatment bisa:
  1. Menggerogoti harga diri
  2. Membuatmu selalu merasa “kurang”
  3. Menumbuhkan kecemasan
  4. Mengajarkanmu untuk selalu mengalah, demi dicintai
Padahal…
cinta tidak seharusnya membuatmu takut pada keheningan.

Cara Melindungi Diri

Jika kamu mengalaminya, ingat ini:
Pertama, jangan mengejar berlebihan.
Itu memberi mereka kendali.
Kedua, sampaikan satu kalimat yang tenang dan tegas:
“Aku siap bicara, tapi aku tidak nyaman dengan diam seperti ini.”
Lalu…
kembalikan fokus ke dirimu sendiri.
Dan yang terpenting—
jika ini menjadi pola,
pertanyakan bukan nilai dirimu,
tapi keamanan emosional hubungan itu.

Kesimpulan

Silent treatment bukan tanda cinta yang dalam.
Ia adalah tanda emosi yang tidak diolah
dan komunikasi yang tidak sehat.
Jika kamu terluka karenanya,
itu bukan karena kamu lemah—
melainkan karena kamu manusia.
Dan manusia…
layak untuk diajak bicara,
bukan didiamkan.
Terima kasih sudah mendengarkan.

Lihat Selengkapnya
Google News

Might like this

Ebook Collection